SINAR KOTA, BIREUEN – Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat dan fasilitas layanan publik ketika bencana melanda.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir pada akhir November lalu, di mana genangan air dan lumpur menutup permukiman hingga fasilitas umum, termasuk sarana kesehatan.
Merespons situasi tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melalui tim Unusa Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada RSUD Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen, Rabu (24/12/2025).
Bantuan yang diberikan meliputi instalasi air bersih lengkap dengan tandon, layanan internet berbasis Starlink, mesin genset sebagai sumber listrik cadangan, serta obat-obatan untuk menunjang pelayanan medis.
Ketua Pelaksana Unusa Peduli, Ahmad Syafiuddin, menyampaikan bahwa kehadiran tim di Bireuen merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada situasi darurat kebencanaan.
Ia menegaskan, bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan berdasarkan koordinasi langsung dengan satuan tugas bencana gabungan serta pihak rumah sakit.
Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan layanan kesehatan.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD Peusangan Raya, dr. Agusnaidi, bersama Kepala Seksi Pelayanan dr. Dara Farasina, Kepala Seksi Penunjang Ns. Faridhal, serta Bendahara Barang Kamariah, S.Kom.
Penyerahan bantuan juga disaksikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, dr. Zumrida, Sp.B, FINACS, FICS, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Satuan Tugas Bencana Gabungan.
dr. Zumrida menegaskan bahwa RSUD Peusangan Raya memegang peran strategis dalam penanganan dampak banjir di wilayah tersebut.
Selain memberikan layanan medis bagi korban terdampak, rumah sakit juga difungsikan sebagai posko utama koordinasi bencana dan tempat pengungsian sementara bagi warga.
Menurutnya, dukungan fasilitas penunjang dari Unusa Peduli sangat relevan dengan kebutuhan mendesak rumah sakit.
Ketersediaan air bersih, pasokan listrik cadangan, dan akses internet menjadi elemen krusial untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan, terutama dalam situasi darurat pascabanjir.
Melalui koordinasi intensif antara tim Unusa Peduli dan satgas bencana gabungan, UNUSA memperoleh gambaran komprehensif terkait kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi RSUD Peusangan Raya.
Hal ini menjadi dasar dalam menentukan jenis dan skala bantuan yang disalurkan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan RSUD Peusangan Raya, dr. Dara Farasina, menjelaskan bahwa sejak banjir melanda, rumah sakit mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Kondisi tersebut semakin berat karena masih terdapat warga yang bertahan mengungsi di lingkungan rumah sakit, sehingga kebutuhan air bersih meningkat signifikan untuk mendukung layanan medis sekaligus proses pemulihan fasilitas.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Dara bersama tim Unusa Peduli meninjau langsung sejumlah titik di area rumah sakit yang membutuhkan dukungan instalasi air bersih.
Diharapkan, dengan berfungsinya fasilitas yang diberikan, operasional RSUD Peusangan Raya dapat kembali berjalan optimal dan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal di tengah situasi pascabanjir. (Red).


