PemerintahanPendidikanUniversitas Terbuka Revitalisasi Kampung Lali Gadget...

Universitas Terbuka Revitalisasi Kampung Lali Gadget untuk Perkuat Pendidikan Anak dan Pemberdayaan Desa

SINAR KOTA, SIDOARJO – Upaya memperkuat Kampung Lali Gadget sebagai destinasi wisata edukasi berbasis alam, budaya lokal, dan perlindungan anak terus mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Wisata Edukasi Kampung Lali Gadget melalui Revitalisasi Fasilitas Belajar Alam Terbuka dan Permainan Tradisional” yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka, Prof. Dr. Tri Dyah Prastiti, M.Pd., tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan strategi pengembangan Kampung Lali Gadget agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pendidikan anak sekaligus mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat desa.

Sebagai ruang belajar alternatif yang telah dikenal luas, Kampung Lali Gadget menawarkan pendekatan pendidikan yang berbeda dari kebanyakan destinasi wisata.

Anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan lingkungan alam, mengenal kehidupan pedesaan, serta memainkan beragam permainan tradisional yang sarat nilai edukatif.

Hamparan sawah, area kolam, ruang terbuka hijau, hingga wahana permainan tradisional menjadi sarana pembelajaran yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital sekaligus menumbuhkan kemampuan sosial, emosional, dan motorik.

Menurut Prof. Tri Dyah Prastiti, Kampung Lali Gadget memiliki karakteristik yang kuat karena mengintegrasikan unsur pendidikan, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan wisata desa dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kerja sama, sportivitas, komunikasi, kreativitas, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Nilai-nilai tersebut perlu dikembangkan menjadi pengalaman wisata edukasi yang terstruktur sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak maupun masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum diskusi yang melibatkan 52 peserta tersebut, berbagai aspek pengembangan menjadi perhatian utama. Peserta mengidentifikasi kebutuhan revitalisasi fasilitas belajar alam terbuka, peningkatan kualitas sarana permainan tradisional, penyusunan paket wisata edukasi yang lebih sistematis, penguatan kapasitas pendamping, hingga penataan tata kelola dan strategi promosi.

FGD juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, pengelola Kampung Lali Gadget, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, orang tua, pendamping lokal, hingga unsur akademisi.

Keterlibatan lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program yang dirancang selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Desa Pagerngumbuk.

Selain berorientasi pada pendidikan dan perlindungan anak, pengembangan Kampung Lali Gadget juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Aktivitas wisata edukasi berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui penyediaan produk kuliner khas desa, kerajinan tangan, suvenir berbasis permainan tradisional, jasa pemandu edukasi, hingga berbagai layanan pendukung bagi wisatawan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat, di mana warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi.

Hasil diskusi yang telah dihimpun akan menjadi dasar penyusunan program prioritas sekaligus pembagian peran antarpihak yang terlibat. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kualitas layanan wisata edukasi, meningkatkan keamanan dan kenyamanan anak, serta memperluas daya tarik Kampung Lali Gadget bagi keluarga, sekolah, maupun komunitas pendidikan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat, Kampung Lali Gadget diarahkan menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya menghadirkan pengalaman rekreatif, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya, penguatan karakter anak, serta pengembangan ekonomi lokal yang berbasis pada potensi desa dan kearifan masyarakat setempat.

Share post:

spot_imgspot_img

Pupuler

BERITA TERKAIT
BERITA TERKAIT

Rektor Unusa Lepas 604 Mahasiswa KKN, Tekankan Integritas dan Pengabdian Masyarakat

SINAR KOTA, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa)...

Pemulihan Pascabencana, Ditjen Gakkum dan IPKI Hadirkan Hunian Layak di Aceh Tamiang

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum), Kementerian Kehutanan,...

Direct Aid Program Australia Perkuat Pelayanan Rumah Sakit Kapal Airlangga

SINAR KOTA, SURABAYA – Menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil...

Unusa Cetak Prestasi, 3 Prodi Kesehatan Sukses Raih Hibah Kompetitif Nasional

SINAR KOTA, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa)...