Dalam kesempatan tersebut, Arum juga memperkenalkan konsep Pramuka Produktif yang diharapkan menjadi gerakan nyata di lingkungan sekolah maupun kampus. Melalui pemanfaatan lahan untuk pertanian, hortikultura, perikanan, peternakan, hingga kewirausahaan berbasis potensi lokal, peserta didik dapat belajar kepemimpinan, disiplin, gotong royong, dan tanggung jawab secara langsung.
Ia juga mengajak mahasiswa mulai menyiapkan berbagai aksi sosial menjelang Perkemahan Wirakarya 2026, mulai dari renovasi rumah tidak layak huni, penghijauan lingkungan, hingga pengembangan kebun pangan bersama masyarakat.
“Ketika seorang pramuka membantu memperbaiki rumah warga, membersihkan lingkungan, atau membangun kebun pangan bersama masyarakat, sesungguhnya ia sedang mengamalkan Dasa Dharma Pramuka. Di situlah Tri Dharma Perguruan Tinggi bertemu dengan Dasa Dharma Pramuka dalam tindakan nyata,” katanya.
Melalui program ini, Unusa tidak hanya menyiapkan lulusan PPG yang menguasai kompetensi pedagogik, tetapi juga membangun calon guru yang memiliki kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, kepedulian sosial, serta karakter kuat.
Bekal tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berubah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan hadirnya guru profesional yang mampu menginspirasi peserta didik di dalam maupun di luar ruang kelas. (WN).



