SINAR KOTA, SURABAYA – Universitas Terbuka (UT) Surabaya memilih Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, sebagai lokasi pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional 2026.
Program itu mengusung integrasi budidaya buah tin dan ikan nila sebagai model pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha mikro untuk memperkuat ekonomi desa.
Pendekatan yang ditawarkan tidak sebatas memberikan bantuan sarana produksi. Perguruan tinggi membuka ruang pendampingan agar masyarakat mampu mengelola potensi lokal melalui sistem budidaya yang saling terintegrasi, mulai dari produksi hingga pengembangan produk bernilai tambah.
Ketua Tim PkM Nasional UT Surabaya, Drs. Dwi Sambada, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab akademik perguruan tinggi. Karena itu, hasil pendidikan dan penelitian perlu diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur UT Surabaya Prof. Dr. Suparti, M.Pd., Camat Wonoayu Drs. Anis Anwar, Kepala Desa Pagerngumbuk Abdul Malik, perangkat desa, kelompok tani, pelaku UMKM, serta pengurus BUMDes.
Pada kesempatan itu, tim PkM menyerahkan 10.000 ekor bibit ikan nila dan 300 pohon buah tin kepada Pemerintah Desa Pagerngumbuk dan BUMDes. Bantuan tersebut menjadi bagian dari implementasi awal program budidaya terpadu yang akan dikembangkan bersama masyarakat.
Usai penyerahan bantuan, peserta melakukan penebaran bibit ikan nila di kolam budidaya. Tahapan tersebut menandai dimulainya penerapan sistem integrasi antara budidaya perikanan dan tanaman buah tin yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Program itu dijalankan oleh tim dosen Universitas Terbuka Surabaya yang terdiri atas Drs. Dwi Sambada, S.Pd., M.Pd., Prof. Tridyah Prastiti, M.Pd., Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si., Drs. Sulistyono, M.Pd., dan Dr. Erlambang Budi Hermanto. Dua mahasiswa juga dilibatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Menurut tim pelaksana, integrasi budidaya dirancang untuk membangun sistem produksi yang lebih berkelanjutan.
Selain meningkatkan hasil usaha kelompok tani, program tersebut diharapkan membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan berbagai produk olahan berbahan baku lokal.
Kepala Desa Pagerngumbuk Abdul Malik menyebut pendampingan dari perguruan tinggi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa secara lebih terarah.
“Kami percaya pendampingan dari perguruan tinggi akan membantu masyarakat mengembangkan usaha secara lebih baik. Budidaya ikan nila dan buah tin diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa,” katanya.
Seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan juga melihat peluang dari program tersebut. Menurut dia, ketersediaan hasil budidaya akan mendukung pengembangan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara tim Universitas Terbuka Surabaya, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan program. (WN).



