SINAR KOTA, MALAYSIA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memperluas kiprah pengabdian masyarakat hingga ke Malaysia.
Melalui program internasional, Unusa mendorong peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kepedulian lingkungan di Pondok Pesantren An-Nahdloh, Selangor.
Pesantren An-Nahdloh, yang menaungi santri dari tingkat dasar hingga menengah, dipilih sebagai mitra karena fungsinya yang strategis.
Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren juga merupakan ruang pembentukan karakter, kebiasaan hidup, serta lingkungan sosial yang melekat dalam keseharian santri.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Achmad Syafiuddin dan didanai sepenuhnya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa. Tim melakukan pendampingan pengukuran kualitas air di sekitar pesantren serta memberikan pelatihan terkait PHBS dan pengelolaan sampah.
Sejak 2023, Unusa konsisten melakukan pengabdian masyarakat internasional, khususnya di kawasan ASEAN. Upaya ini mencerminkan komitmen kampus dalam mengarusutamakan isu kesehatan dan lingkungan sebagai agenda bersama lintas negara.
Dampak program terlihat nyata. Pemahaman santri tentang PHBS meningkat tajam, dari rata-rata 49,65 menjadi 96,8.
Sementara itu, pemahaman terkait pengelolaan sampah melonjak dari 57,69 menjadi 97,56. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi praktis dapat mengubah perilaku sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di pesantren.
Unusa juga memberikan rekomendasi agar pesantren mengintegrasikan materi PHBS dan pengelolaan sampah ke dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, nilai-nilai kebersihan dan kepedulian lingkungan dapat terinternalisasi dalam rutinitas santri.
Ke depan, program ini akan berlanjut. Pondok Pesantren An-Nahdloh resmi ditetapkan sebagai pesantren binaan Program Studi Kesehatan Masyarakat Unusa. Inisiatif tersebut diharapkan melahirkan model pesantren ramah lingkungan yang bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lain di kawasan ASEAN.


