SINAR KOTA, SURABAYA – ARTV School Surabaya memperkenalkan film Mendadak Idol sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem industri kreatif berbasis daerah. Jumat (23/1/2026).
Diproduksi oleh ARTV Production, film ini tidak hanya diposisikan sebagai karya sinema, tetapi juga sebagai medium pembinaan sumber daya manusia perfilman, khususnya aktor muda dari Jawa Timur.
Keterlibatan aktris senior Shareefa Daanish menjadi penanda penting dalam upaya tersebut. Kehadirannya memberi legitimasi artistik sekaligus menjembatani standar profesional industri nasional dengan talenta lokal yang masih dalam tahap pengembangan.
Dalam Mendadak Idol, Shareefa memerankan figur publik yang menjadi ikon dan referensi generasi muda, sebuah karakter yang relevan dengan tema besar film tentang dinamika industri hiburan.
Mendadak Idol mengangkat kisah sekelompok anak muda yang berusaha menembus dunia hiburan. Narasi film tidak berhenti pada gambaran popularitas, tetapi menyoroti struktur industri di balik layar: proses seleksi, kompetisi, tekanan mental, hingga tuntutan profesionalisme.
Perspektif ini menjadi penting di tengah maraknya budaya instan yang kerap mengaburkan realitas kerja kreatif.
Pendiri sekaligus sutradara ARTV Production, Vianney Nana, menyebut film ini sebagai ruang praktik industri bagi peserta didik ARTV School.
Menurutnya, pembinaan aktor tidak cukup dilakukan di ruang kelas atau pelatihan teknis semata, melainkan harus bersentuhan langsung dengan proses produksi yang sesungguhnya.
ARTV Production melibatkan sedikitnya 32 talenta muda binaan ARTV School Surabaya dalam film ini. Seluruh proses produksi dirancang menyerupai standar kerja industri, mulai dari latihan akting, pembacaan naskah, manajemen waktu, hingga disiplin di lokasi syuting.
Model ini diharapkan menciptakan kesiapan mental dan profesional bagi para talent sebelum terjun ke industri yang lebih luas.
Coach ARTV School, Lie Chen, menjelaskan bahwa pemilihan Shareefa Daanish dilandasi pertimbangan artistik dan strategis.
Sosok Shareefa dinilai mampu menjadi referensi kerja profesional bagi para aktor muda, sekaligus memperkuat narasi tentang relasi antara generasi lama dan baru dalam industri hiburan.
Dalam konferensi pers di Surabaya, Shareefa Daanish mengungkapkan ketertarikannya pada konsep produksi yang memadukan aktor berpengalaman dengan pemain muda yang masih memiliki gaya akting polos.
Ia melihat kondisi tersebut sebagai potensi kreatif, bukan kelemahan. Akting yang belum sepenuhnya terstandarisasi, menurutnya, kerap menyimpan kejujuran emosi yang justru bernilai artistik.
Di luar perannya sebagai pemeran, Shareefa juga berperan sebagai pendamping informal bagi para talent muda. Ia berbagi pengalaman tentang etos kerja, pentingnya latihan berkelanjutan, serta disiplin waktu sebagai fondasi utama dalam industri hiburan yang kompetitif.
Pendekatan tersebut sejalan dengan visi ARTV Production yang tidak sekadar mencetak aktor untuk satu proyek, melainkan menyiapkan sumber daya manusia yang memahami struktur dan tuntutan industri kreatif secara menyeluruh.
Dalam konteks ini, Mendadak Idol berfungsi sebagai laboratorium produksi sekaligus etalase potensi kreatif daerah.
Film ini juga menegaskan posisi Surabaya sebagai simpul produksi alternatif di luar Jakarta. Dengan memanfaatkan talenta lokal dan sistem pembinaan terintegrasi, ARTV Production berupaya memperluas peta industri perfilman nasional yang selama ini terpusat.
Mendadak Idol dijadwalkan tayang pada Desember 2026. Mengusung tema mimpi, perjuangan, dan realitas industri hiburan, film ini diharapkan tidak hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga memperkuat wacana tentang pentingnya ekosistem pendidikan, produksi, dan regenerasi dalam industri kreatif Indonesia. (Putri).


